Latest Post

Selfie, manfaat atau mudharat?

“Selfie” sudah menjadi sebuah kata yang tidak asing di telinga kita. Tapi tahukah kamu? Bahwa selfie menyimpan lebih banyak mudharat daripada manfaat? Ada tipu daya syaithan yang menyusup pelan-pelan pada diri sebagian ikhwan dan akhwat pengguna sosial media, sekalipun mereka telah mengerti dan memahami akan berbahayanya memandang laki-laki atau perempuan yang bukan mahramnya, dimana syaithan masuk lewat foto selfie sebagian pengguna sosial media yang terpajang didalamnya dan menebarkan tipu dayanya dengan mengagumi dan memandang laki –laki dan perempuan yang bukan mahramnya, walaupun hanya sebatas melalui foto.

Allah berfirman:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Katakanlah kepada wanita yang beriman : ” Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya ( QS An Nuur : 31 )

Sudah berapa banyak kah kamu memposting hasil selfie di sosial media seperti Instagram, Facebook, Path dsb? Berapa banyak kah kamu mengganti Display Picture (DP) Whatsapp, LINE, BBM dsb? Dan apakah kamu tahu, bahwasanya kamu telah memberikan auratmu terlihat kepada yang bukan mahramnya hanya dengan memposting hasil selfie kamu? Subhanallah, akan tak terhitung dosa yang akan kamu dapati.

Lalu, apa tujuan kamu memposting hasil selfie-mu ke media sosial? Ingin disanjung? Ingin mendapat ribuan like dan komentar? Bukankah itu salah satu sifat tercela yang Allah SWT benci? Yaitu ‘ujub’, membangga-banggakan diri.

BUKANKAH LEBIH BAIK DIPUJI OLEH ALLAH SWT, DIBANDINGKAN HANYA DIPUJI TEMAN?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”(HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)

Wahai para wanita, tahukah kamu bahwa:

(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu, semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak ! Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari, apalagi keelokan tubuhmu

(4) Bayangkanlah, betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang auratnya diumbar di hadapan ribuan…bahkan jutaan para lelaki??

(5) Jika kamu menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu, maka kamu kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala

(6) Akan tetapi jika kamu umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat dan di akhirat kelak bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!!
Subhanallah.

Mari kita berandai sedikit lebih jauh lagi. Kita adalah manusia yang tentu saja akan mengalami mati. Sadarkah kamu, jika kamu telah tiada, maka tak akan lagi ada yang mengurus akun sosial media yang memuat foto-foto kamu, tak akan lagi ada yang sanggup menghapus akun itu karena hanya kamulah sendiri yang mengetahui password akun tersebut. Yang berarti, ratusan foto aurat kamu akan tetap ada SELAMANYA di internet, dan tetap masih dapat diakses oleh orang-orang yang bukan mahram kamu. Bukankah ini merupakan suatu tragedi yang amat tragis? Kamu akan tetap mendapat kiriman dosa meskipun kamu sudah berada di alam barzah.
Subhanallah.

Marilah kita introspeksi diri. Dengan kecanggihan teknologi, tidak serta merta membuat syaithan dan iblis kehilangan tipu daya untuk menjebak kita ke dalam kesesatannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً
“Dan sabarkanlah dirimu beserta orang-orang yang menyeru Rabbnya di waktu pagi dan petang dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kamu palingkan wajahmu dari mereka hanya karena kamu menghendaki perhiasan dunia, dan janganlah kamu ikuti orang-orang yang telah Kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami, dan menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaannya sangat melewati batas.” (Q.s. Al-Kahfi: 28)

Dan ingatlah wahai saudara-ku seiman dan se-Islam, bahwasanya kita sedang berkelana di dunia yang fana ini hanya untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perhiasan-perhiasan dunia sungguhlah indah tak ternilai, namun itulah yang menjadi tantangan kita untuk dan harus lebih bertaqwa dan meningkatkan keimanan demi mencapai kemenangan hakiki, yaitu taman surga milik Allah Subhanahu wa Ta’ala
Aamiin ya rabbal alamin

———————————–

Mohamad Fachry Ramadhan

Siswa SMAN 3 Depok

In other news