Ucapan Yang Menguatkan Mental

- Redaksi

Sabtu, 10 Juni 2023 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAHASISWAMUSLIM.COM – Ada sebuah kisah di ceritakan Nabi Muhammad Saw pernah memberikan ucapan yang menguatkan mental. kisah itu berawal dari kejadian yanag mana  tanpa menghiraukan dan merasa khawatir terhadap akibat yang akan terjadi, Nabi Muhammad Saw berdiri dengan perkasa menghadapi musyrikin Quraisy, dan terus melangkah menuju cita-citanya.

Beliau tidak pernah merasa gentar dalam menghina berhala-berhala Quraisy, meremehkan pemikiran mereka serta mengatakan bahwa nenek moyang mereka dahulunya adalah orang-orang yang sesat.

Pemuka-pemuka Quraisy sangat marah terhadap Nabi. Mereka mengadu kepada Abu Thalib, minta agar melarang anak saudaranya itu, atau mengizinkan Quraisy sendiri yang menghentikan aktifitas-aktifitas Muhammad.

Tapi Abu Thalib, dengan bahasanya yang lembut, selalu berhasil menenangkan mugyrikin Quraisy, hingga dakwah Rasulullah dapat meliputi segala lapisan, dan Quraisy tidak lagi dapat bersabar menyaksikannya.

Kini setiap rumah membicarakan Muhammad. Bahkan setiap dua orang yang duduk bersama, akan membicarakan tentang berduyun-duyunnya masyarakat, yang datang dari berbagai lapisan mengikuti agama yang dibawa oleh Muhammad Saw.

Bagi Guraisy, hat itu bukanlah suatu perkara yang kecil. Akhirnya mereka sepakat untuk menyetop aktifitas tersebut dengan cara apa pun juga.

Mereka memutuskan untuk membicarakan lagi hal ini dengan Abu Thalib, kali ini secara lebih serius dan tebih tegas.

Pemuka-pemuka Quraisy datang menghadap Abu Thalib, Mereka berkata: “Sebelum Ini pernah kami Minta agar engkau melarang anak saudaramu itu, namun permintaan itu tidak engkau pedulikan.

Kami tidak pernah menyentuh Muhammad sebelum kami datang membicarakannya denganmu, hanya kami menghormati senioritas dan kedudukanmu di sisi kami.

Tapi kali ini, kami tidak bisa bersabar lagi, Sebab Muhammad selalu menghina tuhan-tuhan kami, mengejek pikiran-pikiran kami dan mengatakan bahwa nenek moyang kami adalah orang-orang yang sesat.

Sekarang kami datang untuk menyempurnakan alasan kami, bahwa jika engkau tidak melarang anak saudaramu itu dari semua aktifitasnya, maka kami tidak akan menghiraukan kewibawaan dan kedudukanmu lagi di sisi kami. Bahkan kami akan memerangi kalian berdua, hingga satu di antara kita yang musnah!

Ultimatum ini sangat meresahkan pikiran Abu Thalib, Sebelum ini beliau tidak pernah mendengar kata-kata kasar dari mulut kaum Ouraisy terhadapnya.

Nampak seakan Abu Thalib tidak mampu menghadapi ancaman mereka. Kalaulah sampai pada puncak yang kritis, maka Abu Thalib, kemenakannya Muhammad, dan semua keluarganya, mungkin akan habis dan musnah.

Lantaran itulah, maka ia mengutus seseorang untuk membicarakan hal tersebut dengan Muhammad, dan berpesan agar menghentikan segala aktifitasnya, karena situasi yang sangat kritis, dan mereka berdua berada dalam ancaman bahaya.

Nabi merasa bahwa pamannya, Abu Thalib, telah termakan oleh Quraisy.

Beliau menjawab Abu Thalib dengan satu ucapan yang menguatkan mental, yang betul-betul dapat menghapuskan semua bayangan ancaman musyrikin quraisy itu:

“Pamanku ! Kukatakan kepadamu bahwa seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku agar aku berhenti dari menyampaikan risalah Ilahi ini, tidaklah aku akan menerimanya. Demi Allah, aku tidak akan meninggalkannya, hingga Allah menjayakan agama-Nya, atau aku yang menjadi korban demi agamaNya.”

Rasulullah mengatakan hal itu sambil meneteskan air mata, lalu pergi dari sisi Abu Thalib.

Sebelum melangkah jauh, Abu Thalib memanggilnya dan berkata : “Kalau memang demikian halnya, hai Muhammad, maka teruskanlah perjuanganmu sebaik mungkin. Demi Allah, aku akan mempertahankanmu sampai akhir hayatku.!”

Sumber: Shirah Ibnu Hisyam, jil.1, hal.265

Rekomendasi

Minggu, 11 Juni 2023 - 13:41 WIB

Antara Tasbih dan Istighfar

Minggu, 11 Juni 2023 - 08:44 WIB

Apa Yang Dimaksud Khazanah Allah dalam Al-Quran?

Sabtu, 10 Juni 2023 - 19:38 WIB

Akhir Cerita Orang-Orang yang Beriman dalam Al-Quran

Sabtu, 10 Juni 2023 - 14:20 WIB

Mendengar Tapi Tuli, Melihat Tapi Buta

Sabtu, 10 Juni 2023 - 14:09 WIB

Bagaimana Kita Bersikap Kepada Ahli Maksiat Yang Telah Bertaubat?

Sabtu, 10 Juni 2023 - 10:45 WIB

Melawan Hawa Nafsu adalah Jalanmu Menuju Surga

Sabtu, 10 Juni 2023 - 10:31 WIB

Memahami Makna dan Tujuan Hidup melalui Al-Qur’an

Rabu, 7 Juni 2023 - 22:50 WIB

Perbedaan Antara Al-Abawain dan Al-Walidain dalam Al-Quran?

Lainnya

Al-Quran

Antara Tasbih dan Istighfar

Minggu, 11 Jun 2023 - 13:41 WIB

Al-Quran

Apa Yang Dimaksud Khazanah Allah dalam Al-Quran?

Minggu, 11 Jun 2023 - 08:44 WIB

Kisah

Ucapan Yang Menguatkan Mental

Sabtu, 10 Jun 2023 - 19:50 WIB

Al-Quran

Akhir Cerita Orang-Orang yang Beriman dalam Al-Quran

Sabtu, 10 Jun 2023 - 19:38 WIB

Tausiyah

10 Tema Kultum Singkat tentang Sholat Tahajud, Penuh Makna

Sabtu, 10 Jun 2023 - 15:56 WIB